Sapporo, Kota Internasional yang Menjalin Manusia dan Alam

Berdasarkan survei mengenai Kota Sapporo selama 42 tahun yang diadakan sejak tahun 1980, selama 41 tahun 90% atau lebih penduduk Kota Sapporo menjawab “Menyukai Kota Sapporo”. Selain itu, pada “Peringkat Daya Tarik Kota” di tahun 2021 (Sumber: Tiiki Brand Survey 2021, BRAND RESEARCH INSTITUTE, INC.), Kota Sapporo terpilih sebagai kota paling menarik untuk ke-7 kalinya. Sapporo juga merupakan kota dengan daya tarik khas dalam hal pangan, kebudayaan, dan kesenian, serta memiliki daya tarik yang mengombinasikan kekayaan alam dan salju yang indah, sehingga menarik banyak wisatawan. Saat ini Sapporo telah menjadi kota yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari luar negeri.

1,9 juta lebih penduduk Kota Sapporo hidup dalam 4 musim yang tegas.

Iklim di Kota Sapporo memiliki 4 musim yang tegas dan perubahan musimnya jelas dan tajam. Di musim semi, hari-hari selalu cerah berbalut dengan hijaunya pepohonan yang sejuk serta banyak bunga bermekaran. Di musim panas, suhu rata-rata akan melebihi 20°C di pertengahan musim panas dan di musim ini banyak diadakan acara. Di musim gugur, dedaunan mulai berubah warna. Daun pepohonan di dalam kota akan berubah warna menjadi merah atau kuning. Salju pertama akan turun sekitar minggu-minggu akhir Oktober. Setelah itu salju akan membungkus semua permukaan pada bulan Desember, menyambut musim dingin yang panjang.
Suhu Rata-rata(℃) Suhu Maksimum(℃) Suhu Minimum(℃) Curah Hujan(mm)
Januari -3 4.1 -12.3 86
Februari -2.6 8.1 -13.1 32.5
Maret 2.5 13.7 -4.6 39
April 8 23.2 -1.4 30.5
Mei 15.7 34.2 5.9 29.5
Juni 17.4 29.4 9.7 71
Juli 21.7 33.5 14.8 31.5
Agustus 22.5 34.2 15.7 144.5
September 19.3 32.6 9.8 108.5
Oktober 13.3 25.7 3.8 97
November 3.9 16.8 -5.4 82
Desember -0.8 10.2 -7.7 62

Dimulai dengan pembentukan Kaitakushi (Komisi Pembangunan Hokkaido), Sapporo telah berkembang pesat setelah diselenggarakannya olimpiade.

Tahun 1869, Pulau Ezo yang ditinggali oleh orang-orang suku Ainu berganti nama menjadi Hokkaido dan dimulailah pembangunan Sapporo oleh Kaitakushi. Tahun 1875, Tonden-hei (prajurit perintis) pertama berimigrasi ke Hokkaido dan mulai membangun kota, kabupaten dan juga Sapporo dengan membuat jalur kereta api dan membangkitkan industri berdasarkan rencana pembangunan Sapporo yang melihat jauh ke depan. Setelah dilakukan pengorganisasian kota pada tahun 1922, Kota Sapporo menjadi memiliki batas kota dan penduduk yang lebih luas. Jumlah populasi pada tahun 1970 melampaui satu juta orang. Dua tahun setelahnya yaitu tahun 1972, di Sapporo diselenggarakan olimpiade musim dingin pertama di Asia. Pembangunan infrastruktur transportasi, modernisasi perkotaan, serta internasionalisasi kota berkembang secara drastis. Sejak itu, budaya dan seni maupun olahraga turut berkembang dan pertemuan serta acara-acara internasional pun menjadi banyak diadakan. Kota Sapporo saat ini pun terus berkembang sebagai kota basis di Hokkaido yang memiliki kekayaan alam dan dilengkapi infrastruktur kota yang maju.

Sapporo adalah kota terbesar di Hokkaido dengan populasi terbesar ke-5 di Jepang.

Penduduk : 1.970.052 orang (per tanggal 1 Oktober 2019), terbesar ke-5 di Jepang
Luas : 1.121,3㎢, hampir dua kali lipatnya luas 23 distrik di Tokyo
Bujur timur wilayah paling timur : 141°30´
Lintang utara wilayah paling selatan: 42°46´
Bujur timur wilayah paling barat : 140°59´
Lintang utara wilayah paling utara : 43°11´

★ Kota kembar (sister city)
Portland (Amerika) Menjalin kemitraan tahun 1959
Munich (Jerman) Menjalin kemitraan tahun 1972
Shenyang (Tiongkok) Menjalin kemitraan tahun 1980
Novosibirsk (Rusia) Menjalin kemitraan tahun 1990
Daejeon (Korea Selatan) Menjalin kemitraan tahun 2010

Di Sapporo, perjalanan Anda akan nyaman berkat jaringan transportasi yang luas.

Kota Sapporo memiliki jaringan transportasi umum seperti kereta bawah tanah, trem, dan bus yang lengkap, menjangkau hingga ke setiap sudut kota. Untuk kereta bawah tanah, telah dikembangkan tiga jaringan rute dan saat ini berperan utama sebagai sarana transportasi umum Sapporo yang tidak tergantung pada musim di belahan wilayah utara. Dengan jaringan transportasi umum yang lengkap seperti ini, Sapporo telah menjadi kota yang nyaman ditinggali mulai dari anak-anak hingga orang berusia lanjut.

Akses yang mudah baik dari dalam maupun luar negeri.

Bandara New Chitose yang merupakan pintu gerbang udara Sapporo telah melayani penerbangan langsung antar kota-kota di dunia. Selain itu pun terdapat rute penerbangan yang terhubung dengan kota-kota di seluruh negeri Jepang, mulai dari Tokyo, Nagoya, hingga Osaka. Selanjutnya, dari Bandara New Chitose hingga Sapporo dapat ditempuh dengan sejumlah sarana transportasi yang lengkap seperti kereta api dan bus. Dengan kereta api, waktu tempuh sampai stasiun Sapporo kurang lebih 37 menit dan dengan bus kurang lebih 60~80 menit sampai ke pusat Kota Sapporo. Sangat praktis.